Arsip Bulanan: Desember 2016

Samsung Rilis “Speaker” HW-K950 di Indonesia, Dijual Seharga Motor

Samsung meluncurkan speaker soundbar HW-K950 berteknologi Dolby Atmos di Indonesia. Speaker tersebut dibanderol dengan harga setara sepeda motor, yaitu Rp 15 juta.

Dengan harga semahal itu, fitur dan kelebihan apa yang bisa diperoleh pengguna? Product Marketing Manager PT Samsung Electronics Indonesia Harris Pranata Wijaya menjanjikan pengalaman audio layaknya bioskop dengan menggunakan soundbar tersebut.

Dia menjelaskan HW-K950 dirancang dengan saluran audio 5.1.4. Secara kasat mata, paket soundbar ini terdiri dari empat kotak penghasil suara. Di dalam masing-masing kotak berisi lebih dari satu speaker yang bisa digunakan untuk mengeluarkan suara berbeda-beda.

Total ada 15 speaker yang tersimpan dalam set utama soundbar HW-K950. Selain itu, soundbar ini masih dilengkapi lagi satu unit subwoofer dan dua unit speaker bagian belakang yang bisa terhubung menggunakan WiFi.

Pada set utama soundbar sendiri terdapat dua speaker Atmos, ditambah satu speaker Atmos pada masing-masing speaker belakang. Atmos sendiri merupakan speaker yang menembakkan suara ke arah langit-langit. Keberadaan speaker ini membuat suara bisa terdengar datang dari berbagai penjuru ruangan.

Menurut Harris, dengan konfigurasi demikian, pengguna bakal merasakan suara yang lebih detail. Pengguna dikatakan dapat membedakan suara yang datang dari arah kanan ke kiri atau dari depan ke belakang.

“Ini soundbar pertama dengan teknologi Dolby Atmos. Jadi kalau dulu, mau mendengar suara yang surround mesti pasang speaker dulu di atas. Sekarang sudah tidak perlu begitu karena soundbar ini memiliki empat speaker yang menembakkan suara ke arah atas,” kata Harris saat berbincang dengan KompasTekno di sela peluncuran soundbar HW-K950 di Jakarta, Senin (14/11/2016).

Sound Designer, Satrio Budiono, yang juga turut hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa soundbar HW-K950 sanggup menembakkan dentuman suara hingga 500 watt. Ini cukup untuk menghasilkan suara yang detail dan jernih dalam ruangan seluas 5 x 5 m dan tinggi langit-langit antara 3 hingga 3,5 m.

Iklan

Caplok Perusahaan Audio Harman, Samsung Mau Apa?

Samsung baru saja mengumumkan persetujuan akuisisi perusahaan audio Harman International Industries. Apa pengaruh akuisisi ini bagi konsumen di Indonesia?

Product Marketing Manager PT Samsung Electronics Indonesia, Harris Pranata Wijaya mengaku baru mengetahui bahwa akuisisi tersebut sudah resmi hari ini, Senin (14/11/2016).

Menurutnya, karena akuisisi itu masih baru, belum ada efek yang terasa sampai ke Indonesia. Namun langkah akuisisi tersebut bisa dipastikan menunjukkan keseriusan Samsung dalam mengembangkan bisnis perangkat audio.

Apalagi Harman merupakan nama yang besar di dunia audio. Akuisisi ini bisa dibayangkan akan berpengaruh pada lini produk audio Samsung dalam beberapa waktu mendatang.

“Saya selama ini dengar baru rencana saja. Ternyata sudah resmi ya? Sekarang sih kita belum tahu seperti apa efekmya ke Indonesia, karena akuisisi itu baru saja terjadi di tingkat global,” terang Harris saat ditemui KompasTekno usai peluncuran Soundbar HW-K950 di Jakarta, Senin (14/11/2016).

Baca: Samsung Caplok Perusahaan Audio Harman Rp 107 Triliun

“Kalau sudah resmi dibeli di global, berarti Samsung akan serius di bisnis audio. Selama ini kan audio digunakan di tv, lalu juga ponsel, kemudian bikin speaker. Pembelian itu (akuisisi) bisa diartikan Samsung serius,” imbuhnya.

Namun dia enggan memprediksi teknologi atau produk seperti apa yang bakal dikeluarkan Samsung pasca akuisi tersebut. “Kita lihat saja, ini kan baru terjadi,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, Harman merupakan perusahaan yang membawahi sejumlah merek audio ternama, yaitu Harman Kardon, JBL, Mark Levinson, Lexicon, AKG, Infinity dan Revel. Perusahaan itu juga memegang lisensi merek Bowers & Wilkins dan Bang & Olufsen untuk otomotif.

Akuisi yang terjadi bakal membuat Samsung memperoleh akses ke berbagai teknologi milik anak usaha Harman. Selain speaker, Harman juga memiliki solusi Internet of Things untuk otomotif. Tak kurang dari 30 juta tranportasi di seluruh dunia memakai solusi ini.

Awas, Aplikasi Spotify Bisa Bikin PC dan Mac “Lemot”

Jika mengalami masalah pada performa PC, terutama dari segi kecepatan yang menjadi melambat atau lemot, bisa jadi penyebabnya adalah aplikasi Spotify yang Anda pasang. Layanan music streaming tersebut dilaporkan menyimpan bug berbahaya selama lima bulan sejak Juni lalu.

Bug tersebut menyebabkan Spotify mengeruk kapasitas media penyimpanan PC, baik itu harddisk atau SSD, dalam jumlah raksasa. Dalam satu jam menjajal aplikasi, data yang direkam bisa mencapai 5 GB hingga 10 GB.

Pemuatan dalam kapasitas raksasa itu terjadi bahkan ketika Spotify dalam keadaan diam atau tak memutar lagu, sebagaimana dilaporkan BGR dan dihimpun KompasTekno, Senin (14/11/2016).

Dalam sehari, aplikasi Spotify yang menyimpan bug bisa mencatat data yang terkuras hingga 700 GB. Dalam beberapa kasus, kapasitas yang terkeruk bahkan mencapai satuan TB.

Parahnya lagi, masalah tersebut terjadi di semua semua platform komputer populer, seperti PC berbasis Windows, Mac berbasis OS X, dan Linux.

Isu ini sudah dikeluhkan pengguna lewat berbagai situs forum online, mulai dari Reddit, Hacker News, dan lainnya. Salah satu pengguna Spotify bernama Paul Miller mengatakan ini adalah masalah serius yang perlu penanganan serius pula.

“Ini adalah bug besar yang sudah menyerang ribuan pengguna,” kata dia.

Masalah seperti ini diketahui dapat membuat media penyimpanan, terutama SSD, rentan rusak. Pasalnya, SSD pada PC memiliki batasan jangka waktu untuk hidup.

Makin banyak data yang dicatat, makin pendek umur SSD. SSD yang merekam kapasitas data hingga ratusan GB per hari tentu tak sehat dan berakibat fatal.

Segera update

Tak butuh lama bagi Spotify untuk memperbaiki aplikasinya pasca keluhan pengguna menjadi viral di internet. Perwakilan Spotify mengatakan pihaknya telah mengeluarkan update aplikasi PC versi 1.0.42 terbaru yang diklaim bebas bug.

“Banyak pertanyaan dari komunitas kami terkait jumlah data yang tercatat pada aplikasi Spotify di desktop,” kata dia.

“Kami telah mengkajinya dan memperbaikinya dengan meluncurkan versi 1.0.42 yang sedang diluncurkan bertahap ke semua pengguna,” ia menambahkan.

Untuk mengunduh aplikasi Spotify versi baru itu, Anda bisa buka tautan ini (Windows) dan ini (Mac).

Penjualan iPhone Bakal Turun jika Trump “Perang Dagang” dengan China

China mengancam akan melakukan “balasan”, jika Presiden terpilih AS, Donald Trump, melancarkan “perang dagang” dengan China. Meski tidak ada keterangan strategi seperti apa yang akan diterapkan, balasan tersebut dikatakan bisa membuat perdagangan produk AS, seperti iPhone, akan melambat di Negeri Tirai Bambu.

Menurut Global Times, efek balasan dari China bakal beruntun. Ancaman tersebut dikatakan bukan hanya berlaku untuk iPhone, melainkan juga industri lain asal AS, seperti penerbangan dan otomotif.

“Pemesanan (pesawat) Boeing akan dialihkan ke Airbus (Perancis), penjualan mobil AS dan iPhone juga akan lesu di China, impor kedelai AS juga akan dihentikan, dan China akan membatasi jumlah pelajarnya yang belajar ke AS,” tulis Global Times, media asal China.

Dalam masa kampanye, Trump sering kali menyerang ekonomi China. Dikutip KompasTekno dari The Guardian, Senin (14/11/2016), Trump pernah berjanji untuk mengenakan tarif 45 persen untuk semua produk-produk impor China.

Global Times dalam editorialnya juga menulis bahwa jika langkah tersebut benar diambil oleh Trump, maka itu akan menjadi kesalahan besar.

“Jika Trump merusak hubungan dagang China-AS, maka sejumlah industri AS akan lumpuh. Pada akhirnya, Trump akan dikenal akan kecerobohan, sifat masa bodoh, dan ketidakkompetenannya,” tulis Global Times.

Baca: Janji Kampanye Donald Trump, Menaikkan Harga iPhone

Selain masalah tersebut, situs Business Insider juga telah membuat prediksi, masalah apa saja yang bakal dihadapi oleh Apple jika kebijakan-kebijakan ekonomi Trump yang disosialisasikan saat kampanye akan benar-benar diterapkan.

Masalah-masalah tersebut secara garis besar dibagi menjadi tiga hal, yakni repatriasi pajak, pemindahan pabrik iPhone, dan isu keamanan. Ketiganya bisa dibaca di tautan berikut ini.

Bagaimanapun, para pejabat China saat ini masih mempelajari apa efek kepresidenan Trump bagi hubungan kedua negara yang dikenal memiliki ekonomi yang kuat tersebut.

Presiden China Xi Jinping diberitakan telah berkomunikasi dengan Trump pada Senin (14/11/2016) ini, dan menyampaikan poin penting, seperti kerja sama adalah pilihan yang tepat bagi AS dan China.

Keduanya disebut setuju untuk berkomunikasi lebih intens, dan akan bertemu secara langsung dalam waktu dekat ini.

Facebook Disebut Jadi Sarana Sebar “Hoax”, Ini Janji Zuckerberg

Facebook disebut-sebut berperan dalam memenangkan Donald Trump pada Pemilihan Umum Presiden AS 2016. Layanan jejaring sosial itu memang tak dituduh punya kerja sama khusus dengan tim kampanye Trump.

Hanya saja, algoritma pada News Feed Facebook dikatakan secara tak langsung membantu menaikkan pamor Trump. Pasalnya, algoritma News Feed berusaha menemukan artikel yang memiliki interaksi tinggi, menyodorkannya, tanpa peduli berita itu benar atau keliru.

Menanggapi ramainya tuduhan ke Facebook, CEO Mark Zuckerberg menegaskan berita pada News Feed 99 persen memaparkan fakta. Cuma satu persen yang bersifat hoax. Ia pun berjanji akan terus memperbaiki performa News Feed dan memerangi berita hoax.

“Kami tak mau ada berita hoax di Facebook. Tujuan kami adalah memberikan konten berita yang bermakna dan akurat,” kata dia, sebagaimana dilaporkan BBC dan dihimpun KompasTekno, Senin (14/11/2016).

Masalahnya, sebuah hasil studi menunjukkan berita hoax lebih cepat menyebar di internet. Ketika ada klarifikasi atau follow up bahwa berita itu tak benar, warga maya sudah terlanjur percaya pada berita awal. Gaung beritanya pun tak segencar berita hoax yang lebih dahulu viral.

Sebab, rata-rata berita klarifikasi tak se-viral berita pertama yang akurasinya kurang. Hal ini disadari Zuckerberg. Ia sesumbar Facebook telah berupaya mengikis berita hoax dengan fitur flag dan berjanji akan meningkatkan kinerja layanan.

“Kami telah merilis fitur flag yang memungkinkan pengguna melaporkan berita palsu atau hoax. Masih banyak upaya kami ke depan. Setidaknya kami terus berprogres dan akan selalu meningkatkan layanan,” ia menuturkan.

“Saya yakin kami akan menemukan banyak cara untuk memberikan konten kredibel. Tapi saya juga percaya yang terpenting kita semua harus berhati-hati menyaring informasi untuk diri kita sendiri,” ia menjelaskan.

Berita hoax Trump yang jadi viral di Facebook

Associate profesor di University of North Carolina, Zeynep Tufekci mengatakan, ada berita hoax tentang Trump yang jadi viral di News Feed. Berita tersebut menguntungkan Trump sebagai kandidat yang kala itu sedang berkampanye.

“Ada sebuah cerita fiktif yang mengklaim Paus Fransiskus mendukung Trump. Cerita itu dibagikan lebih dari sejuta kali, dan diprediksi dilihat oleh lebih dari 10 juta orang,” kata Zeynep.

“Sementara itu artikel yang mengoreksi cerita fiktif itu sama sekali tidak terdengar. (Melihat hal ini) tentu saja Facebook memiliki pengaruh terhadap hasil Pemilihan Umum Presiden AS lalu,” ia berasumsi.

iPad “Tanpa Bingkai” Meluncur Maret 2017?

Selain iPhone 8, Apple dikabarkan sedang bersiap meluncurkan tiga model iPad baru tahun depan. Salah satunya disinyalir merupakan model tablet “bezel-less” alias tanpa bingkai layar.

Apple sendiri selama ini dikabarkan hendak meluncurkan tiga lini iPad Pro baru pada Maret 2017 mendatang. Menurut informasi dari pemasok komponen Apple yang dirangkum KompasTekno dari GSM Arena, Selasa (15/11/2016), iPad bezel-less ini memiliki ukuran layar 10,9 inci.

Dimensi fisiknya tak berbeda dengan iPad konvensional dengan layar 9,7 inci karena desain tanpa bingkai ini mampu menempatkan panel layar berukuran lebih besar di cangkang berukuran sama.

Baca: Maret, Apple Luncurkan 3 Varian iPad Pro?

Selain itu, dua model iPad Pro 9,7 inci dan 12,9 inci juga disebut bakal memperoleh pembaruan. Khusus model 12,9 inci, Apple disinyalir akan menanamkan teknologi layar True Tone seperti model iPad Pro 9,7 inci sebelumnya, lengkap dengan hardware pendeteksi cahaya.

Sementara, iPad Pro 9,7 inci bakal diposisikan ulang sebagai model terjangkau meskipun mengusung embel-embel “Pro” di namanya, untuk dijual berdampingan dengan iPad Mini 7,9 inci.

Adapun iPad Mini kabarnya tak akan diperbarui pada tahun depan. Belum ada informasi lebih detail mengenai spesifikasi hardware ketiga iPad baru di atas.

Apple sering disebut bakal mulai menerapkan desain bezel-less di lini gadget mobile besutannya pada 2017. iPhone 8 pun disinyalir bakal turut mengusung fitur layar tanpa bingkai ini.